Annagraciana's Blog

Merkurius adalah planet yang paling dekat dengan matahari. Ukurannya sangat kecil bahkan lebih kecil dibandingkan dengan beberapa satelit kecil dari planet-planet. Dengan ukuran yang seperti ini maka Merkurius sulit dilihat tanpa menggunakan teleskop. Akan tetapi bisa dilihat saat Matahari baru terbenam atau sebelum terbit. (Kalau dibayangkan saat langit berwarna remang-remang gitu).

Jarak Merkurius dari Matahari tidak selalu sama karena planet ini mempunyai orbit yang sempit memanjang seperti bentuk lemon. Gerakannya pun sangat lamban. Satu hari di Merkurius sama dengan 59 hari di Bumi. Sehingga Merkurius memerlukan 587 hari Bumi untuk berotasi pada porosnya dan 88 hari pada orbitnya.
Satu bagian di planet ini selalu mendapat cahaya dari Matahari lebih lama sehingga suhu siang hari mencapai lebih dari 350 derajad C. (Kira-kira suhu ini cukup untuk melelehkan kaleng dan timah. WOW!!) Namun, bagian lain yang malam hari suhunya bisa -17 derajad C.

Permukaan Merkurius mirip seperti bulan. Merkurius mempunyai kawah-kawah dan jurang berbatu serta tidak mempunyai satelit serta atmosfer. (NO PROTECT!!)permukaan merkurius

Bumi adalah planet ketiga terdekat dari matahari dalam susunan tatasurya, yang menjadi rumah kita saat ini. Bumi adalah satu-satunya planet yang memiliki kehidupan atau bisa didiami oleh makhluk hidup (manusia, hewan, dan tumbuhan). Sebagaimana planet-planet lain, Bumi juga berevolusi mengelilingi matahari dan berputar pada porosnya (rotasi). Ujung-ujung Bumi adalah Kutub Utara dan Kutub Selatan. Pada satu saat, belahan Bumi mengalami musim panas, belahan bumi yang satunya mengalaim musim dingin.

Yuri Gagarin adalah seorang astronot dari Rusia yang menjadi orang pertama  mengorbit (mengelilingi) bumi menggunakan pesawat ruang angkasa Vostok pada tahun 1961. Ia melihat Bumi dari ruang angkasa. Permukaan Bumi nampak hijau dan air lautnya terlihat biru. Serupa dengan yang digambarkan pada globe.

Hayoooo… siapa yang mau jalan-jalan seperti Mr. Yuri dari Rusia ini? Hmmm pasti seru ya bisa berwisata keluar angkasa.

I imagine it….

Pendekatan integratif atau terpadu adalah ancangan (kebijakan) pembelajaran bahasa dengan menyajikan bahan ajar secara terpadu, yaitu dengan menyatukan, menghubungkan, atau mengaitkan bahan ajar sehingga tidak ada yang berdiri sendiri atau terpisah-pisah.

Pendekatan ini terdiri atas dua macam, yaitu:

  1. Integratif internal(terpadu intrabidang studi bahasa),
  2. Integratif eksternal(terpadu antarbidang studi)

Kegiatan pembelajaran yang menggunakan pendekatan integratif internal adalah sebagai berikut:

  1. Pembelajaran membaca sebagai fokus dapat dilakukan terpadu dengan menghubungkannya atau mengaitkan dengan pembelajaran kosakata, struktur, menulis, dan berbicara.

Skenario pembelajarannya adalah sebagai berikut:

  • Siswa membaca dalam hati.
  • Siswa menjawab pertanyaan isi wacana.
  • Sambil membaca, siswa ditugaskan untuk mencatat kosakata(kata-kata sulit, ungkapan, gaya bahasa, sinonim, antonim, dan sebagainya).
  • Setelah mencatat kosakata, siswa ditugaskan untuk mencatat atau mencari jenis kata dan bentuk kata yang berhubungan dengan pembelajaran struktur yang dibahas pada waktu bersamaan.
  • Siswa berdikusi untuk menentukan pikiran pokok setiap paragraf.
  • Selanjutnya siswa menulis ikhtisar dari pikiran pokok-pikiran pokok yang ada di setiap paragraf.
  • Siswa membacakan ikhtisar wacana di depan kelas secara bergiliran.
  • Guru memberi komentar tentang penulisan ikhtisar dan memberi penilaian terhadap hasil kerja siswa.
  1. Pembelajaran menyimak sebagai fokus dapat dilakukan secara terpadu dengan mengembangkannya atau mengaitkannya dengan pembelajaran apresiasi sastra, berbicara, dan menulis.

Skenario sebagai pembelajaran adalah sebagai berikut:

  • Guru menyediakan salah satu karya sastra, misalnya sebuah cerpen lalu membacanya, sedangkan siswa menyimaknya dengan baik.
  • Guru menjelaskan isi cerpen, sedangkan siswa menyimak dan menanggap.
  • Setelah menyimak, siswa mengungkapkan ciri-ciri intrinsik atau extrinsik dari cerpen tersebut.
  • Guru melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai unsur intrinsik dan extrinsik dari cerpen tersebut.
  • Siswa menuliskan kembali isi cerita cerpen dengan menggunakan bahasa sendiri.
  • Siswa menyamaikan cerita cerpen yang dibuatnya dengan menggunakan bahasa sendiri di depan kelas.
  • Guru menanggapi dan menilai pekerjaan siswa.

  1. Pembelajaran menulis sebagai fokus dapat dilakukan secara terpadu dengan mengembangkannya atau mengaitkannya dengan pembelajaran membaca, menyimak, dan berbicara.

Skenario pembelajarannya adalah sebagai berikut:

  • Guru menyediakan naskah pidato sebagai contoh materi dan siswa membacanya dalam hati.
  • Setelah membaca, siswa menyimak penjelasan guru tentang materi cara/aturan langkah menulis pidato.
  • Siswa mencoba menyusun naskah pidato yang sesuai dengan aturan dan langkah-langkah yang diterangkan guru.
  • Siswa mencoba membawakan naskah pidato di depan kelas secara bergiliran dan siswa yang lain menyimak.
  • Guru menanggapi dan menilai hasil kerja siswa.

  1. Pembelajaran berbicara sebagai fokus dapat dilakukan secara terpadu dengan menghubungkannya atau mengaitkannya dengan pembelajaran membaca, menyimak, menulis, kosakata, dan apresiasi karya sastra.

Skenario pembelajarannya adalah sebagai berikut:

  • Guru menyediakan naskah drama dan siswa membaca drama secara bergiliran. Sementara itu siswa yang lain menyimak.
  • Setelah membaca naskah drama, siswa mengungkapkan unsur-unsur drama, sedangkan guru memberikan penjelasan.
  • Siswa mencoba membawakan dialog naskah drama di depan kelas.
  • Siswa lain mengamati cara berdialog dengan intonasi dan gerak mimik sesuai dengan watak pelaku dalam drama tersebut.
  • Siswa mencoba menulis dialog naskah drama.
  • Guru menanggapi dan menilai siswa dalam membawakan dialog naskah drama.

Kegiatan belajar-mengajar yang menggunakan pendekatan integratif eksternal adalah sebagai berikut :

  1. Pembelajaran membaca sebagai fokus dapat dilakukan secara terpadu dengan menghubungkannya atau mengaitkan dengan bidang studi lain. Misalnya materi wacana yang bertemakan pertanian, judulnya “Sistem Pertanian di Bali”.

Skenario pembelajarannya adalah sebagai berikut:

  • Siswa membaca dalam hati wacana yang bertema lingkungan yang berjudul “Sistem Pertanian di Bali.”
  • Setelah membacawacana, siswa melakukan tanya-jawab dengan guru tentang isi wacana.
  • Siswa mencatat kata-kata sulit dan istilah yang berhubungan dengan bidang pertanian.
  • Guru menjelaskan isi wacana dan istilah pertanian dan menghubungkannya dengan bidang studi lain dan membahasnya dengan bahasan yang relevan dengan isi wacana, misalnya bidang IPS/IPA.

  1. Dalam pembelajaran apresiasi sastra sebagai fokus dapat dilakukan secara terpadu dengan menghubungkannya atau mengaitkannya dengan bidang studi yang lain. Misalnya materi cerpen yang bertema kesehatan judulnya, “ Mbah Danu Dukun Kampung.”

Skenario pembelajaran berlangsung sebagai berikut:

  • Siswa membaca cerpen yang bertema kesehatan dengan judul, “Mbah Danu Dukun Kampung.”
  • Setelah membaca cerpen, siswa mengungkap unsur-unsur yang terkandung di dalamnya, yaitu tema, alur, latar, pelaku, dan amanat.
  • Guru menjelaskan unsur-unsur cerpen dan alaur yang terkandung didalamnya. Pada saat menerangkan alur(konflik) atau pelaku(perwatakan), guru membahas bidang studi lain yang relevan dengan isi cerpen, misalnya bidang pendidikan agama atau PPKN.
  • Ketika menjelaskan unsur tema dan amanat, guru dapat menghubungkannya dengan bidang studi lain yang relevan, yaitu penjas atau IPA.

Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Energi sukar dibuktikan tetapi dapat dirasakan. Menurut hukum Termodinamika Pertama, energi bersifat kekal. Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnakan, tetapi dapat berubah bentuk (konversi) dari bentuk energi yang satu ke bentuk energi yang lain. Salah satu contoh pemanfaatan energi tersebut yaitu energi kimia.

Energi kimia merupakan energi yang keluar sebagai hasil interaksi elektron di mana dua atau lebih atom/molekul berkombinasi sehingga menghasilkan senyawa kimia yang stabil. Energi kimia hanya dapat terjadi dalam bentuk energi tersimpan. Bila energi dilepas dalam suatu reaksi maka reaksinya disebut reaksi eksotermis yang dinyatakan dalam kJ atau kKal. Bila dalam reaksi kimia energinya terserap maka disebut dengan reaksi endodermis. Sumber energi yang penting bagi manusia adalah reaksi kimia eksotermis yang pada umumnya disebut reaksi pembakaran. Salah satu contoh aplikasi energi kimia dalam kehidupan manusia yaitu fuel cell.

  • FUEL CELL

Saat ini fuel cell dianggap sebagai salah satu sumber energi alternatif yang sangat bersih, ramah lingkungan, aman, dan mempunyai resiko yang sangat kecil. Di beberapa negara maju, fuel cell sudah digunakan sebagai sumber energi gerak kendaraan bermotor. Sistem fuel cell ini merupakan pembangkit energi listrik berbahan bakar hidrogen dan tidak tertutup kemungkinan suatu saat akan menjadi bahan bakar atau sumber energI yang paling berkembang. Sistem tersebut mengubah secara langsung energi kimia menjadi energi listrik.

Secara teknis, fuel cell terdiri dari dua lempeng elektroda (katoda dan anoda) yang mengapit elektrolit. Oksigen dilewatkan pada salah satu sisi elektroda, sedangkan hidrogen dilewatkan pada sisi elektroda lainnya sehingga nantinya akan menghasilkan listrik, air, dan panas. Cara kerjanya, hidrogen disalurkan melalui katalisator anoda. Oksigen (yang diperoleh dari udara) memasuki katalisator katoda. Didorong oleh katalisator, atom hidrogen membelah menjadi proton dan elektron yang mengambil jalur terpisah di dalam katoda. Proton melintas melalui elektrolit. Elektron-elektron menciptakan aliran yang terpisah. Elektron ini dapat dimanfaatkan terlebih dahulu sebelum kembali ke katoda untuk bergabung dengan hidrogen dan oksigen, dan membentuk molekul air. Fuel cell ini bekerja secara kimia, bukan pembakaran seperti mesin konvensional. Maka dari itu, emisinya sangat rendah dan patut untuk diutamakan pemanfaatannya yang sangat baik bagi lingkungan.

Penggunaan fuel cell saat ini lebih diutamakan sebagai alat pembangkit listrik dan mesin penggerak kendaraan. Di Indonesia, penerapan system fuel cell ini bisa dijadikan jalan keluar untuk mengatasi krisis pasokan energi listrik nasional dan juga menghemat cadangan bumi kita. Gas hydrogen yang merupakan bahan bakar fuel cell ini juga sangat melimpah di Indonesia. Sehingga dalam pemanfaatan mesin ini, hydrogen yang dibutuhkan bisa diperoleh secara cuma-cuma. Gas hydrogen itu sangat melimpah karena bisa didapat dari sinar matahari, sampah organic, dan angin.

Di negara-negara maju, mereka sudah menerapkan system fuel cell ini dengan adanya penjualan tabung-tabung hydrogen secara bebas yang nantinya menjadi sumber energy listrik bagi masyarakatnya. Sayangnya pengembangan mesin fuel cell ini di Indonesia masih sangat lamban. Padahal kelangkaan hasil tambang minyak bumi terus melanda.

So, guys, siap dengan energi alternatif untuk kelangsungan kehidupan Bumi di masa mendatang?

Twitter Updates

Categories